BAB
II
PROFIL
KOPERASI PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA GURU KEC.
KAMPAR ( KP-RI GKK ) AIRTIRIS
A.
Sejarah
Perusahaan
Koperasi
Pegawai Republik Indonesia Guru Kecamatan Kampar (KP-RI KGKK) Air Tiris selanjutnya
disingkat dengan KP-RI GKK Airtiris pada tanggal 4 Febuari 1960. Sebagai rapat
awal rancangan berdirinya dengan badan Hukum 131/H/XIII/1960 Tanggal 17
Desember 1960. Embrio KP-RI GKK Air Tiris dari gagasan pengurus. Persatuan Guru
Republik Indonesia (PGRI) Cabang 796 Kampar (sekarang PGRI Cabang Kecamatan
Kampar) atas dasar mencerminkan serta membela nasib anggota PGRI yang pada waktu itu keadaan ekonomi para guru
berada di bawah rata-rata tingkat ekonomi masyarakat serta atas dasar
kekeluargaan. Kebersamaan dalam membela nasib sesama dan sepropesi. Gagasan
tersebut atas kesepakatan bersama ditegakan serta di kukuhkan secara aklamasi
bermaung dalam suatu wadah organisasi koperasi dengan diberi nama awal KOPERASI
GURU-GURU KECAMATAN KAMPAR (KGKK). Yang sekarang bernama Koperasi Pegawai
Republik Indonesia Guru Kecamata Kampar (KP-RI GKK) Air Tiris wilayah kerja
KP-RI GKK Air Tiris meliputi :
I.
Wilayah Kecamatan Kampar terdiri dari :
1.
83 Sekolah Dasar (SD)
2.
Kantor Ipeksi Dik pora Kecamatam Kampar
3.
Kantor Cabang Dinas Dik
Pora Kecamatan Kampar
4.
Pensiunan
5.
Dan Sebagainya
II.
Wilayah Kerja Kecamatam Tambang terdiri
dari :
1.
32 sekolah Dasar
2.
Kantor Cabang Dinas Dik Pora Kecamtam
Tambang
3.
Dan Sebagainya.
B.
Visi
dan Misi
Sebagaimana
telah dijelaskan sebelumnya bahwa unit
usaha KP-RI GKK Air Tiris adalah
memperhatikan langkah peningkatan kuantitas dan kualitas anggota serta
peningkatan kuantitas dan kualitas pelayanan maka ditetapkan visi KP-RI GKK Air
Tiris. Adapun visi kedepan koperasi adalah
mewujudkan KP-RI GKK Air Tiris sebagai badan usaha yang mampu bersaing dan
bersanding dengan badan usaha lainya “ Visi ini mengandumg arti luas dimana hal
itu tercakup pada beberapa kata kunci pertama “ mampu bersaing” yang mengandung
makna kerja keras tanpa henti, cepat dan tepat memberikan pelayanan, evektif
dan efisian dalam pengelolahaan dan memberikan yang terbaik kepada anggota
khususnya dan masyarakat lain umumnya. Kata kunci kedua adalah mampu bersanding
yang mencerminkan prinsip usaha koperasi uang Cooperative(Bisa bekerjasama
dengan prinsip saling menguntungkan dengan badan usaha manapun), menghindari
tujuan menghalalkan segala cara dan tidak mematikan usaha –usaha lainnya.
Bertitik
tolak dari visi diatas maka lahirlah misi KP-RI GKK Air Tiris yaitu :
meningkatkan kesejahteraan anggota khususnya dan masyarakat umumnya melalui
optimalisasi pelayanan koperasi. Dalam misi tersebut secara tegas terkandung
konsekuensi logis dimana KP-RI GKK Air Tiris bertekad memberikan pelayan yang
terbaik kepada yang menbutuhkan.
C.
Aktivitas
Koperasi
1.
Organisasi
dan Manajemen
Pengalaman menunjukkan banyak
koperasi yang mampu tumbuh dan berkembang dengan baik dimana sejak awal telah
mulai dikelolah dengan manajemen modren dan struktur organisasi yang secara
jelas menunjukkan tugas dan fungsi
masing-masing jabatan yang ada dalam bagian organisasi dan manajemen ini
diurai hal-hal yang menyangkut dengan pengurusan, pengawasan karyawan, dan
keanggotaan dan pengelolaan keuangan.
1.
Ketua : Drs. H. SYAHARUDDIN
2.
Wakil
Ketua : Drs. ZARLIS, M.Si
3.
Sekretaris : Drs. H. YULISMAN,M.Si
4.
Wakil
Sekretaris : H. IBRAHIM S.Pd.M.Si
5.
Bendahara : H.MAZNI HAR, S.Pd
b.
Pengawas
Pengawas sebagai perpanjang tangan anggota secara lengkap
dan aktif dapat melaksanakan tugas dan fungsinya mengawasi dan memberikan
masukan terhadap jalannya perkoperasian. Susunan Pengawas KP-RI GKK Airtiris
Priode 2013-2016 sebagai berikut :
1.
Ketua
: H.RUSLAN S.Ag
2.
Sekretaris : Drs.
H. ZAMZALIS
3.
Anggota : TARMIZI S.Pd
c.
Karyawan
Karyawan yang dipekerjakan pada Tahun Buku 2013 untuk membantu pengurus mengelola usaha dan melaksanakan
manajemen mengalami perubahan karena adanya penambahan karyawan, selengkapnya susunan karyawan sebagai beriKut :
1.
NURLASMI
YANTI : Ka. Adm. dan
Pengelolaan Data
2.
ARROYANA :
Staf Pembukuan
3.
HERNI WATI : Kasir I
4.
MURNIATI :
Kasir II
5.
NELDA WATI :
Staf Toserda
6.
SRI ULFA :
Staf Toserda
7.
ROHANI : Staf
Toserda
d. Keanggotaan
Keanggotaan KP-RI GKK Air Tiris tebesar adalah
Pegawai Negeri Sipil guru SD di wilayah Kecamatan Kampar dan Kecamatan Tambang.
Disamping Pegawai Negeri Sipil pada Kantor Inpeksi Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan Kecamatan Kampar. Pegawai Negeri Sipil pada Kantor Dinas P dan K Kabupaten kampar.
Pensiunan dan sebagainya. Sampai 31 Desember 2001 Jumlah anggota 969 orang.
e. Pengelolaan
Keuangan
Pengelolaan
keuangan dilakukan oleh Pengurus bersama karyawan .Pada tiap-tiap unit usaha
pelaksanaan kontreol keuangan dilakukan secara
berjenjang sesuai dengan jabatan dan keuangan yang dimiliki secara
organissasi .Pengawas melakukan kegiatan pengawasan dibidang keuangan
secara rutin.
2.
Bidang
Usaha
Sampai
saat ini unit usaha yang dilakukan oleh
KP-RI GKK Air Tiris meliputi:
a. Unit
Simpan Pinjam (SP)
Kegaitan Unit Simpan
Pinjam (SP) merupakan kegiatan utama
disamping Unit Toko Serba Ada.jumlah pinjaman yang diberikan kepada
anggota dari tahun 1993 sampai tahun 1997 terus meningkat sedangkan tahun 1996
dan tahun 1997 menurun disebabkan dananya diguinakan untuk investasi bangunan
KP-RI GKK Air Tiris yang mulai dibangun bulan juli 1996 sampai selesai jumlah
dana yang diinvestasikan pada gedung lebih kurang Rp 204 dan untuk mengembangkan unit usaha simpan pinjam ini KP-RI GKK air tiris
menjejaki berswamitra dengan bank
BUKOPIN tetapi karena masih
terdapat beberapa kendala untuk operasional maka hal itu belum bisa
dilaksanakan .
Salah
satu indicator keberhasilan unit simpan pinjam adalah bersamanya SHU yang
dihasilkan jumlah SHU yang mampu dihasilkan dari unit simpan pinjam dari tahun
1993 sampai dengan tahun 1995 mengalami kenaikan, dan terjadi penurunan pada
tahun 1997 sampai 1998 dusebabkan turunya volume usaha simpan pinjam.
b. Unit
Toko Serba
Dulunya unit ini sisebut WASERDA
(warung serba ada) seiring dengan perkembangan maka unit ini kemudian diganti
menjadi Unit Toko Serba Ada (TOSERDA) dan menempatibangunan sendiri sebanyak
dua unit took dari lima unit penokoan.Lantai 1 Gedung KP-RI GKK Air Tiris pada
tahun 2001 menjadi 3 unit toko. Omset Toko Serb Ada tiap tahun menunjukan trend
yang meningkat,kecuali 1994 dimanan omset nya menurun dari tahun 1993.
c. Unit
lainya
Unit
lainnya sewperti kavlingan tanah, stensil, dari sebagianya kontibusinya
terhadap pendapatan koperasi belum begitu berarti.
Kavlingan tanah KP-RI
GKK Air Tiris terdiri dari.
1.
Kavlingan tanah di rimbo panjang
kecamatan tambang
2.
Kavlingan tanah di kalu kecamatan
tambang
3.
Kavlingan tanah (lahan sawit) di sungai
pinang kecamatan tambang
4.
Kavlingan tanah di pulau rambai
kecamatan Kampar
Unit
Usaha Lainya:
1.
Foto copy dan stensil
2.
Balai diktad dan ruko
BAB
III
FAKTA
DAN FENOMENA
A.
Fakta
Koperasi
Pegawai Republik Indonesia Guru Kec. Kampar ( KP-RI GKK ) Airtiris merupakan
sebuah koperasi yang bergerak dibidang simpan pinjam dan toserba. Koperasi
menerima dana dari para anggota untuk disimpan serta memberikan pinjaman berupa
kredit uang dan barang kepada anggota yang membutuhkan, sehingga sumber utama
dari piutang berasal dari pengajuan pinjaman dari anggota KPRI itu sendiri.
Pengelolaan
sistem akuntansi piutang pada KP-RI GKK Airtiris ini dilakukan dengan sistem
manual. Pengelolaan sistem akuntansi piutang ini juga terjadi jika terdapat
pengajuan pinjaman oleh anggota lama ataupun anggota baru yang diharuskan
membayar simpanan pokok dan simpanan wajib sebagai syarat menjadi anggota.
1.
Prosedur
Pencatatan Piutang
Prosedur pencatatan
piutang ini bertujuan untuk mencatat jumlah piutang anggota. Adapun prosedur
pencatatan piutang pada KP-RI GKK adalah sebagai berikut :
a. Debitur
mengajukan permohonan piutang kepada kasir dan selanjutnya menandatangani
faktur penjualan sebagai tanda bukti telah terjadi piutang. faktur penjualan
ini lah yang nantinya akan menjadi sumber dokumen untuk kemudian dianalisa dan
dicatat ke dalam buku piutang anggota. Pencatatan piutang di KP-RI GKK Airtiris
menggunakan metode posting langsung ke dalam kartu piutang dan
pernyataan piutang dengan tulis tangan serta di-posting langsung setiap hari secara rinci ke dalam buku piutang
anggota. Buku piutang anggota diisi dengan jumlah piutang yang sebenarnya
berdasarkan bukti penerimaan yang diterima oleh anggota.
b. Setiap
bulan akan dilakukan pengecekan dan penyesuaian atas berkurangnya piutang, yang
akan dicatat kedalam jurnal umum
c. Selanjutnya
piutang yang telah disesuaikan akan direkapitulasi ke dalam buku rekapitulasi
buku kas bulanan. Dan setiap tahunnya akan dicatat ke dalam neraca lajur.
d. Setelah
dimasukkan ke dalam neraca lajur, kemudian akan dibukukan ke dalam Laporan
Keuangan Neraca akhir tahun dimana Laporan Keuangan Neraca tersebut tiap
tahunnya dipaparkan ke dalam buku RAT tahunan.
Berikut ilustrasi
apabila terjadi penjualan tidak tunai (piutang usaha) pada Koperasi Pegawai
republik Indonesia Guru Kec. Kampar (KP-RI GKK) Airtiris :
Contoh: Amir
adalah seorang guru di SD 012 Desa
Naumbai, dia merupakan anggota KP-RI GKK Airtiris. Pada tanggal 02 Oktober 2014
dia melakukan pembelian tidak tunai sebesar Rp. 1.500.000.
Maka jurnal
untuk transaksi penjualan adalah sebagai berikut:
02-10-2014
Piutang Usaha Rp.
1.500.000,00-
Penjualan RP. 1.500.000,00-
Jurnal
untuk pembayaran piutang anggota pada akhir bulan:
30-10-2014
Kas Rp. 1.500.000,00-
Piutang
Usaka Rp. 1.500.00,00-
2.
Dokumen
yang digunakan
Dokumen yang digunakan
untuk piutang pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia Guru Kec. Kampar ( KP-RI
GKK ) Airtiris adalah sebagai berikut:
a.
Faktur penjualan yag ditandatangani
sebagai bukti perjanjian dan persetujuan
b.
Buku Utang anggota
c.
Buku kas
d.
Bukti Angsuran Pinjaman
3.
Catatan
akuntansi yang digunakan
Catatan akuntansi yang
digunakan dalam akuntansi piutang pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia Guru
Kec. Kampar ( KP-RI GKK ) Airtiris adalah sebagai berikut:
a.
Buku Piutang
b.
Jurnal Umum
c.
Buku Rekapitulasi Kas Bulanan
d.
Neraca Lajur
e.
Laporan Keuangan
4.
Unsur
pengendalian intern
Unsur
pengendalian intern pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Karya Mukti
Kabupaten Pati adalah sebagai berikut:
a.
Tiap-tiap bagian melakukan tugasnya
secara terpisah.
b.
Anggota meminjam melalui prosedur yang
sudah ada.
c.
Bukti tagihan bernomor urut cetak.
d.
Pembayaran piutang dilakukan dengan
memotong gaji anggota yang dilakukan oleh bendahara.
B.
Fenomena
1.
Pengertian
Sistem
Sistem adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan
satu dengan lainnya, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu
(Mulyadi, 2001). Sistem merupakan suatu kerangka dan prosedur-prosedur yang
paling berhubungan yang disusun sesuai dengan suatu skema yang menyeluruh untuk
melaksanakan suatu kegiatan atau fungsi utama perusahaan (Baridwan,1991:4).
Menurut A. Hall (2001:5), yang dimaksud dengan sistem adalah sekelompok dua
atau lebih komponen-komponen yang saling berkaitan (intereleted) atau
subsistem-subsistem yang bersatu untuk mencapai tujuan yang sama (common
purpose).
2.
Pengertian
Akuntansi dan Sistem Akuntansi
Akuntansi adalah suatu kegiatan jasa yang berfungsi
untuk memberikan informasi kuantitatif, umumnya dalam ukuran uang, mengenai
suatu badan ekonomi yang dimaksudkan untuk digunakan dalam pengambilan
keputusan ekonomi, yang digunakan dalam memilih diantara beberapa alternatif
(Muhammad, 2002:10).
Menurut American Accounting Association (AAA) “Akuntansi
adalah proses mengidentifikasi/mengenali, mengukur, dan melaporkan informasi
ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian dan pengambilan keputusan yang
jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut”. Menurut American
Institute of Certified public Accountants (AICPA) “Akuntansi adalah seni
pencatatan, penggolongan, peringkasan yang tepat dan dinyatakan dalam satuan
mata uang, transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian yang setidak-tidaknya
bersifat finansial”.
Pengertian sistem akuntansi menurut Mulyadi (2001:3)
sistem akuntansi organisasi formulir, catatan, dan laporan yang dikoordinasikan
sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh
manajeman guna memudahkan pengelolahan perusahaan.
3.
Pengertian Piutang Usaha
Piutang dagang atau
disebut juga dengan piutang usaha merupakan piutang atau tagihan yang timbul
dari penjualan barang dagangan atau jasa secara kredit. Piutang adalah
merupakan kebiasaan bagi perusahaan bagi perusahaan untuk memberikan
kelonggaran kepada para pelanggan pada waktu melakukan penjualan (Soemarso
2002: 338).
Piutang adalah hak
perusahaan untuk menerima sejumlah kas dimasa yang akan datang, akibat kejadian
dimasa lalu. Piutang adalah tuntutan dari pihak lain (langganan) akibat
perusahaan melakukan transaksi penjualan barang dagang/jasa secara kredit.
Piutang adalah hak untuk menagih kepada pihak lain karena sebelumnya perusahaan
memberikan pinjaman atau menjual barang/jasa secara kredit kepada pihak lain.
Piutang adalah klaim perusahaan atas uang, barang atau jasa kepada pelanggan
atau pihak-pihak lainnya (Baridwan 2004:124).
4.
Sistem Akuntansi Piutang
Sistem akuntansi
piutang bertujuan untuk mencatat mutasi piutang perusahaan kepada setiap
debitur, yang terjadi karena transaksi penjualan kredit, retur penjualan,
penerimaan kas dari piutang, dan penghapusan piutang (Mulyadi, 2001).
Informasi mengenai
piutang yang dilaporkan kepada manajemen adalah:
a. Saldo
piutang pada saat tertentu kepada setiap debitur
b. Riwayat
pelunasan piutang yang dilakukan oleh setiap debitur
c. Umur
piutang kepada setiap debitur pada saat tertentu
Dokumen pokok yang
digunakan sebagai dasar pencatatan ke dalam kartu piutang adalah (Mulyadi,
2001:258):
a.
Faktur Penjualan
Dalam pencatatan
piutang, dokumen ini digunakan sebagai dasar pencatatan timbulnya piutang dari
transaksi penjualan kredit.
b.
Bukti Kas Masuk
Dalam
pencatatan piutang, dokumen ini digunakan sebagai dasar pencatatan berkurangnya
piutang dari transaksi pelunasan piutang oleh debitur.
c.
Memo Kredit
Dalam pencatatan
piutang, dokumen ini digunakan sebagai dasar pencatatan retur penjualan.
d.
Bukti Memorial (Journal Voucher)
Bukti
memorial adalah dokumen sumber untuk dasar pencatatan transaksi ke dalam jurnal
umum. Dalam pencatatan piutang, dokumen ini digunakan sebagai dasar pencatatan
penghapusan piutang. Dokumen ini dikeluarkan oleh fungsi kredit yang memberikan
otorisasi penghapusan piutang yang sudah tidak dapat ditagih lagi.
Catatan akuntansi yang
digunakan untuk mencatat transaksi yang menyangkut piutang adalah (Mulyadi
2001:260):
a.
Jurnal penjualan, dalam prosedur
pencatatan piutang, catatan ini digunakan untuk mencatat timbulnya piutang dari
transaksi penjualan kredit.
b.
Jurnal retur penjualan, dalam prosedur
pencatatan piutang, catatan akuntansi ini digunakan untuk mencatat berkurangnya
piutang dari transaksi retur penjualan.
c.
Jurnal umum, dalam prosedur pencatatan
piutang, catatan akuntansi ini digunakan untuk mencatat berkurangnya piutang
dari transaksi penghapusan piutang yang tidak lagi dapat ditagih.
d.
Jurnal penerimaan kas, dalam prosedur
pencatatan piutang, catatan akuntansi ini digunakan untuk mencatat berkurangnya
piutang dari transaksi penerimaan kas dari debitur.
e.
Kartu piutang, catatan akuntansi ini
digunakan untuk mencatat mutasi dan saldo piutang kepada setiap debitur.
Untuk prosedur
pencatatan piutang, dokumen yang digunakan sebagai input pencatatan piutang
adalah faktur (invoice). Pada prosedur di bagian Bagian Piutang
memperoleh faktur di Bagian Penagihan. Faktur-faktur tersebut dicatat ke dalam
kartu piutang yang berperan sebagai buku pembantu (subsidiary ledger).
Dalam hal ini posisi jurnal (buku harian) tidak terlihat, namun dalam
pelaksanaannya jurnal dikerjakan oleh seorang petugas khusus. Hubungan antara
dokumen (faktur), jurnal, kartu piutang, dan surat pernyataan (statement) dalam
proses pencatatan piutang akan tergantung pada metode yang digunakan (Nugroho, 2001:331).
Metode pencatatan piutang antaralain
sebsgai berikut:
a.
Metode Konvensional
Dalam
metode ini, posting ke dalam kartu piutang dilakukan atas dasar data
yang dicatat dalam jurnal.
b.
Metode posting langsung ke dalam
kartu piutang atau pernyataan piutang
1.
Metode Posting Harian:
a.
Posting langsung
ke dalam kartu piutang dengan tulisan tangan; jurnal hanya menunjukkan jumlah
total harian saja (tidak terinci).
b.
Posting langsung
ke dalam kartu piutang dan pernyataan piutang.
2.
Metode posting periodik:
a.
Posting ditunda
b.
Penagihan bersiklus (cycle billing)
c.
Metode Biasa
Metode ini merupakan metode yang lazim
digunakan sesuai dengan teori daur akuntansi. Faktur dicatat pada jurnal dan
kemudian dipindahkan (posting) ke kartu piutang. Jurnal dapat dibuat
berkolom menurut departemen, menurut produk, atau menurut petugas (salesman).
d.
Metode Pencatatan langsung ke kartu dan
surat pernyataan
Dengan
metode ini, faktur dicatat secara langsung ke kartu piutang dan surat
pernyataan, sementara jurnal diisi dengan angka-angka total harian saja. Angka
total harian diperoleh dari Bagian Penagihan dalam bentuk daftar harian
disertai dengan angka total kelompok (batch total) dari daftar tersebut.
e.
Metode Tanpa Kartu Piutang (buku
pembantu)
Metode ini diterapkan dengan jalan
menggunakan faktur sebagai pengganti kartu piutang atau buku pembantu. Faktur
disimpan dalam file map (binder) secara sistematis menurut klasifikasi
nama atau kode debitur. Sedangkan pembukuan ke jurnal dan buku besar dilakukan
berdasarkan angka total kelompok harian seperti biasa.
5. Pengendalian Interen
Suatu sistem piutang
yang sehat, menguntungkan serta konstruktif harus didasarkan atas prosedur,
praktek juga operasi yang layak. Hal tersebut dapat dicapai dengan adanya
sistem pengendalian intern perusahaan. Secara umum prosedur pengendalian intern
pada transaksi piutang, diantaranya (Mulyadi,2001):
a.
Otorisasi yang semestinya atas transaksi
dan kegiatan.
b.
Pemisahan tugas yang mengurangi
kesempatan yang memungkingkan seseorang dalam posisi yang dapat melakukan dan
sekaligus menutupi kekeliruan atau ketidakberesan dalam pelaksanaan tugasnya
sehari-hari. Oleh sebab itu, tanggung jawab untuk memberikan otorisasi
transaksi, mencatat transaksi, dan menyimpan aktiva perlu dipisahkan di tangan
karyawan yang berbeda.
c.
Perancang dan penggunaan dokumen dan
catatan yang memadai untuk membantu pencatatan secara semestinya transaksi dan
peristiwa, misalnya dengan memantau penggunaan dokumen pengiriman barang yang
bernomor urut tercetak.
d.
Pengamanan yang cukup atas akses dan
penggunaan aktiva perusahaan dan catatan, misalnya penetapan fasilitas yang
dilindungi dan otorisasi untuk akses ke program dan arsip data komputer.
e.
Pengecekan secara independen atas
pelaksanaan dan penilaian yang semestinya atas jumlah yang dicatat, misalnya
pengecekan atas pekerjaan klerikal, rekonsiliasi, pembandingan aktiva yang ada
dengan pertanggungjawaban yang tercatat, pengawasan dengan menggunakan program
komputer, penelaahan oleh manajemen atas laporan yang mengikhtisarkan rincian
akan (misalnya saldo piutang yang dirinci menurut umur piutang) dan penelaahan
oleh pemakai atas laporan yang dihasilkan oleh komputer.
PENUTUP
A.
Simpulan
1.
Prosedur pencatatn piutang pada KP-RI GKK
Airtiris, yaitu faktur penjualan diposting ke buku piutang anggota, kemudian
setiap bulannya dilakukan penyesuaian kedalam jurnal umum untuk rekapitulasi ke
buku kas bulanan, selanjutnya dimasukkan kedalam neraca lajur dan kemudian
dibukukan dalam laporan keuangan neraca akhir tahun.
2.
Dokumen yang digunakan dalam sistem
akuntansi piutang pada KP-RI GKK Airtiris adalah bukti angsuran pinjaman, surat
permohonan pinjaman, surat persetujuan dan perjanjian pinjaman, bukti
penerimaan kas.
3.
Catatan akuntansi yang digunakan dalam
sistem akuntansi piutang pada KP-RI GKK Airtiris adalah buku kas harian, buku
rekapitulasi kas bulanan, buku piutang, dan neraca.
4.
Pengendalian
intern yang ada dalam sistem akuntansi piutang pada KP-RI GKK Airtiris adalah tiap-tiap
bagian melakuakn tugasnya secara terpisah, anggota meminjam melalui prosedur
yang sudah ada, bukti tagihan bernomor urut, dan pembayaran piutang dilakukan dengan
memotong gaji anggota yang dilakukan oleh bendahara gaji.
B.
Saran
Dalam
penelitian ini saran yang diberikan oleh penulis dalam sistem akuntansi piutang
usaha pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia Guru Kecamatan Kampar (KP-RI
GKK) Airtiris adalah :
1. Fungsi
pemeriksaan intern perlu dilakukan secara intensif periodik dan berkesan
mendadak oleh pengawas KP-RI GKK Airtiris tersebut agar pengelolaan
operasionalnya lebih terjamin.
2. Sistem
pencatatan piutang lebih ditingkatkan lagi dengan mengikuti perkembangan
teknologi yang mendukung agar lebih aktual dan efisiensi
izin Copas buat pembuatan Tugas Akhir.makasih admin
BalasHapus