vera

vera

Rabu, 14 Januari 2015

SISTEM AKUNTANSI PIUTANG USAHA PADA KOPERASI PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA GURU KEC. KAMPAR ( KP-RI GKK ) AIRTIRIS

BAB II
PROFIL KOPERASI PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA GURU KEC. KAMPAR ( KP-RI GKK ) AIRTIRIS
A.      Sejarah Perusahaan
Koperasi Pegawai Republik Indonesia Guru Kecamatan Kampar (KP-RI KGKK) Air Tiris selanjutnya disingkat dengan KP-RI GKK Airtiris pada tanggal 4 Febuari 1960. Sebagai rapat awal rancangan berdirinya dengan badan Hukum 131/H/XIII/1960 Tanggal 17 Desember 1960. Embrio KP-RI GKK Air Tiris dari gagasan pengurus. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang 796 Kampar (sekarang PGRI Cabang Kecamatan Kampar) atas dasar mencerminkan serta membela nasib anggota PGRI  yang pada waktu itu keadaan ekonomi para guru berada di bawah rata-rata tingkat ekonomi masyarakat serta atas dasar kekeluargaan. Kebersamaan dalam membela nasib sesama dan sepropesi. Gagasan tersebut atas kesepakatan bersama ditegakan serta di kukuhkan secara aklamasi bermaung dalam suatu wadah organisasi koperasi dengan diberi nama awal KOPERASI GURU-GURU KECAMATAN KAMPAR (KGKK). Yang sekarang bernama Koperasi Pegawai Republik Indonesia Guru Kecamata Kampar (KP-RI GKK) Air Tiris wilayah kerja KP-RI GKK Air Tiris meliputi :
       I.            Wilayah Kecamatan Kampar terdiri dari :
1.      83 Sekolah Dasar (SD)
2.      Kantor Ipeksi Dik pora Kecamatam Kampar
3.      Kantor Cabang Dinas Dik Pora Kecamatan Kampar
4.      Pensiunan
5.      Dan Sebagainya
    II.            Wilayah Kerja Kecamatam Tambang terdiri dari :
1.         32 sekolah Dasar
2.         Kantor Cabang Dinas Dik Pora Kecamtam Tambang
3.         Dan Sebagainya.
B.       Visi dan Misi
Sebagaimana telah dijelaskan  sebelumnya bahwa unit usaha KP-RI GKK  Air Tiris adalah memperhatikan langkah peningkatan kuantitas dan kualitas anggota serta peningkatan kuantitas dan kualitas pelayanan maka ditetapkan visi KP-RI GKK Air Tiris.  Adapun visi kedepan koperasi adalah mewujudkan KP-RI GKK Air Tiris sebagai badan usaha yang mampu bersaing dan bersanding dengan badan usaha lainya “ Visi ini mengandumg arti luas dimana hal itu tercakup pada beberapa kata kunci pertama “ mampu bersaing” yang mengandung makna kerja keras tanpa henti, cepat dan tepat memberikan pelayanan, evektif dan efisian dalam pengelolahaan dan memberikan yang terbaik kepada anggota khususnya dan masyarakat lain umumnya. Kata kunci kedua adalah mampu bersanding yang mencerminkan prinsip usaha koperasi uang Cooperative(Bisa bekerjasama dengan prinsip saling menguntungkan dengan badan usaha manapun), menghindari tujuan menghalalkan segala cara dan tidak mematikan usaha –usaha lainnya.
Bertitik tolak dari visi diatas maka lahirlah misi KP-RI GKK Air Tiris yaitu : meningkatkan kesejahteraan anggota khususnya dan masyarakat umumnya melalui optimalisasi pelayanan koperasi. Dalam misi tersebut secara tegas terkandung konsekuensi logis dimana KP-RI GKK Air Tiris bertekad memberikan pelayan yang terbaik kepada yang menbutuhkan.
C.      Aktivitas Koperasi
1.        Organisasi dan Manajemen
Pengalaman menunjukkan banyak koperasi yang mampu tumbuh dan berkembang dengan baik dimana sejak awal telah mulai dikelolah dengan manajemen modren dan struktur organisasi yang secara jelas menunjukkan tugas dan fungsi  masing-masing jabatan yang ada dalam bagian organisasi dan manajemen ini diurai hal-hal yang menyangkut dengan pengurusan, pengawasan karyawan, dan keanggotaan dan pengelolaan keuangan.
a.       Pengurus
Dalam perjalanan Priodesasi 2013-2016 dengan hasil RAT tahun buku 2012 dengan memperhatikan AD/ART KP-RI GKK Airtiris Bab VII pasal 2 poin (6) memutuskan susunan pengurus KP-RI GKK Air tiris 2013-2016 sampai akhir TB 2016 sebagai berikut :
1.         Ketua                       : Drs. H. SYAHARUDDIN
2.         Wakil Ketua             : Drs. ZARLIS, M.Si
3.         Sekretaris                 : Drs. H. YULISMAN,M.Si
4.         Wakil Sekretaris       : H. IBRAHIM  S.Pd.M.Si
5.         Bendahara                : H.MAZNI HAR, S.Pd
b.      Pengawas
Pengawas sebagai perpanjang tangan anggota secara lengkap dan aktif dapat melaksanakan tugas dan fungsinya mengawasi dan memberikan masukan terhadap jalannya perkoperasian. Susunan Pengawas KP-RI GKK Airtiris Priode 2013-2016 sebagai berikut :
1.         Ketua                   : H.RUSLAN S.Ag
2.         Sekretaris             : Drs. H. ZAMZALIS
3.         Anggota               : TARMIZI S.Pd
c.       Karyawan
Karyawan yang dipekerjakan pada Tahun Buku 2013 untuk membantu pengurus mengelola usaha dan melaksanakan manajemen mengalami perubahan karena adanya penambahan karyawan, selengkapnya susunan karyawan sebagai beriKut :
1.         NURLASMI YANTI                   : Ka. Adm. dan Pengelolaan Data
2.         ARROYANA                               : Staf Pembukuan
3.         HERNI WATI                              : Kasir I
4.         MURNIATI                                  : Kasir II
5.         NELDA WATI                             : Staf Toserda
6.         SRI ULFA                                    : Staf Toserda
7.         ROHANI                                      : Staf Toserda

d.      Keanggotaan
Keanggotaan KP-RI GKK Air Tiris tebesar adalah Pegawai Negeri Sipil guru SD di wilayah Kecamatan Kampar dan Kecamatan Tambang. Disamping Pegawai Negeri Sipil pada Kantor Inpeksi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Kampar. Pegawai Negeri Sipil  pada Kantor Dinas P dan K Kabupaten kampar. Pensiunan dan sebagainya. Sampai 31 Desember 2001 Jumlah anggota 969 orang.
e.       Pengelolaan Keuangan
Pengelolaan keuangan dilakukan oleh Pengurus bersama karyawan .Pada tiap-tiap unit usaha pelaksanaan kontreol keuangan dilakukan secara  berjenjang sesuai dengan jabatan dan keuangan yang dimiliki  secara  organissasi .Pengawas melakukan kegiatan pengawasan dibidang keuangan secara rutin.
2.        Bidang Usaha
Sampai saat ini  unit usaha yang dilakukan oleh KP-RI GKK Air Tiris meliputi:
a.       Unit Simpan Pinjam (SP)
Kegaitan Unit Simpan Pinjam (SP) merupakan kegiatan utama  disamping Unit Toko Serba Ada.jumlah pinjaman yang diberikan kepada anggota dari tahun 1993 sampai tahun 1997 terus meningkat sedangkan tahun 1996 dan tahun 1997 menurun disebabkan dananya diguinakan untuk investasi bangunan KP-RI GKK Air Tiris yang mulai dibangun bulan juli 1996 sampai selesai jumlah dana  yang diinvestasikan  pada gedung lebih kurang Rp 204  dan untuk mengembangkan unit usaha  simpan pinjam ini KP-RI GKK air tiris menjejaki berswamitra dengan bank  BUKOPIN  tetapi karena masih terdapat beberapa kendala untuk operasional maka hal itu belum bisa dilaksanakan .
Salah satu indicator keberhasilan unit simpan pinjam adalah bersamanya SHU yang dihasilkan jumlah SHU yang mampu dihasilkan dari unit simpan pinjam dari tahun 1993 sampai dengan tahun 1995 mengalami kenaikan, dan terjadi penurunan pada tahun 1997 sampai 1998 dusebabkan turunya volume usaha simpan pinjam.
b.      Unit Toko Serba
Dulunya unit ini sisebut WASERDA (warung serba ada) seiring dengan perkembangan maka unit ini kemudian diganti menjadi Unit Toko Serba Ada (TOSERDA) dan menempatibangunan sendiri sebanyak dua unit took dari lima unit penokoan.Lantai 1 Gedung KP-RI GKK Air Tiris pada tahun 2001 menjadi 3 unit toko. Omset Toko Serb Ada tiap tahun menunjukan trend yang meningkat,kecuali 1994 dimanan omset nya menurun dari tahun 1993.
c.       Unit lainya
Unit lainnya sewperti kavlingan tanah, stensil, dari sebagianya kontibusinya terhadap pendapatan koperasi belum begitu berarti.
Kavlingan tanah KP-RI GKK Air Tiris terdiri dari.
1.      Kavlingan tanah di rimbo panjang kecamatan tambang
2.      Kavlingan tanah di kalu kecamatan tambang
3.      Kavlingan tanah (lahan sawit) di sungai pinang kecamatan tambang
4.      Kavlingan tanah di pulau rambai kecamatan Kampar
Unit Usaha Lainya:
1.      Foto copy dan stensil
2.      Balai diktad dan ruko


BAB III
FAKTA DAN FENOMENA
A.      Fakta
Koperasi Pegawai Republik Indonesia Guru Kec. Kampar ( KP-RI GKK ) Airtiris merupakan sebuah koperasi yang bergerak dibidang simpan pinjam dan toserba. Koperasi menerima dana dari para anggota untuk disimpan serta memberikan pinjaman berupa kredit uang dan barang kepada anggota yang membutuhkan, sehingga sumber utama dari piutang berasal dari pengajuan pinjaman dari anggota KPRI itu sendiri.
Pengelolaan sistem akuntansi piutang pada KP-RI GKK Airtiris ini dilakukan dengan sistem manual. Pengelolaan sistem akuntansi piutang ini juga terjadi jika terdapat pengajuan pinjaman oleh anggota lama ataupun anggota baru yang diharuskan membayar simpanan pokok dan simpanan wajib sebagai syarat menjadi anggota.
1.        Prosedur Pencatatan Piutang
Prosedur pencatatan piutang ini bertujuan untuk mencatat jumlah piutang anggota. Adapun prosedur pencatatan piutang pada KP-RI GKK adalah sebagai berikut :
a.       Debitur mengajukan permohonan piutang kepada kasir dan selanjutnya menandatangani faktur penjualan sebagai tanda bukti telah terjadi piutang. faktur penjualan ini lah yang nantinya akan menjadi sumber dokumen untuk kemudian dianalisa dan dicatat ke dalam buku piutang anggota. Pencatatan piutang di KP-RI GKK Airtiris menggunakan metode posting langsung ke dalam kartu piutang dan pernyataan piutang dengan tulis tangan serta di-posting langsung setiap hari secara rinci ke dalam buku piutang anggota. Buku piutang anggota diisi dengan jumlah piutang yang sebenarnya berdasarkan bukti penerimaan yang diterima oleh anggota.
b.      Setiap bulan akan dilakukan pengecekan dan penyesuaian atas berkurangnya piutang, yang akan dicatat kedalam jurnal umum
c.       Selanjutnya piutang yang telah disesuaikan akan direkapitulasi ke dalam buku rekapitulasi buku kas bulanan. Dan setiap tahunnya akan dicatat ke dalam neraca lajur.
d.      Setelah dimasukkan ke dalam neraca lajur, kemudian akan dibukukan ke dalam Laporan Keuangan Neraca akhir tahun dimana Laporan Keuangan Neraca tersebut tiap tahunnya dipaparkan ke dalam buku RAT tahunan.
Berikut ilustrasi apabila terjadi penjualan tidak tunai (piutang usaha) pada Koperasi Pegawai republik Indonesia Guru Kec. Kampar (KP-RI GKK) Airtiris :
Contoh: Amir adalah seorang guru di SD 012  Desa Naumbai, dia merupakan anggota KP-RI GKK Airtiris. Pada tanggal 02 Oktober 2014 dia melakukan pembelian tidak tunai sebesar Rp. 1.500.000.
Maka jurnal untuk transaksi penjualan adalah sebagai berikut:
02-10-2014            Piutang Usaha       Rp. 1.500.000,00-
                                    Penjualan                     RP. 1.500.000,00-
Jurnal untuk pembayaran piutang anggota pada akhir bulan:
30-10-2014         Kas   Rp. 1.500.000,00-
                                    Piutang Usaka      Rp. 1.500.00,00-
2.        Dokumen yang digunakan
Dokumen yang digunakan untuk piutang pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia Guru Kec. Kampar ( KP-RI GKK ) Airtiris adalah sebagai berikut:
a.         Faktur penjualan yag ditandatangani sebagai bukti perjanjian dan persetujuan
b.         Buku Utang anggota
c.         Buku kas
d.        Bukti Angsuran Pinjaman
3.        Catatan akuntansi yang digunakan
Catatan akuntansi yang digunakan dalam akuntansi piutang pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia Guru Kec. Kampar ( KP-RI GKK ) Airtiris adalah sebagai berikut:
a.         Buku Piutang
b.         Jurnal Umum
c.         Buku Rekapitulasi Kas Bulanan  
d.        Neraca Lajur
e.         Laporan Keuangan
4.        Unsur pengendalian intern
Unsur pengendalian intern pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Karya Mukti Kabupaten Pati adalah sebagai berikut:
a.         Tiap-tiap bagian melakukan tugasnya secara terpisah.
b.         Anggota meminjam melalui prosedur yang sudah ada.
c.         Bukti tagihan bernomor urut cetak.
d.        Pembayaran piutang dilakukan dengan memotong gaji anggota yang dilakukan oleh bendahara.

B.       Fenomena
1.        Pengertian Sistem
Sistem adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan lainnya, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu (Mulyadi, 2001). Sistem merupakan suatu kerangka dan prosedur-prosedur yang paling berhubungan yang disusun sesuai dengan suatu skema yang menyeluruh untuk melaksanakan suatu kegiatan atau fungsi utama perusahaan (Baridwan,1991:4). Menurut A. Hall (2001:5), yang dimaksud dengan sistem adalah sekelompok dua atau lebih komponen-komponen yang saling berkaitan (intereleted) atau subsistem-subsistem yang bersatu untuk mencapai tujuan yang sama (common purpose).

2.        Pengertian Akuntansi dan Sistem Akuntansi
Akuntansi adalah suatu kegiatan jasa yang berfungsi untuk memberikan informasi kuantitatif, umumnya dalam ukuran uang, mengenai suatu badan ekonomi yang dimaksudkan untuk digunakan dalam pengambilan keputusan ekonomi, yang digunakan dalam memilih diantara beberapa alternatif (Muhammad, 2002:10).
Menurut American Accounting Association (AAA) “Akuntansi adalah proses mengidentifikasi/mengenali, mengukur, dan melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian dan pengambilan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut”. Menurut American Institute of Certified public Accountants (AICPA) “Akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan, peringkasan yang tepat dan dinyatakan dalam satuan mata uang, transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian yang setidak-tidaknya bersifat finansial”.
Pengertian sistem akuntansi menurut Mulyadi (2001:3) sistem akuntansi organisasi formulir, catatan, dan laporan yang dikoordinasikan sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajeman guna memudahkan pengelolahan perusahaan.
3.        Pengertian Piutang Usaha
Piutang dagang atau disebut juga dengan piutang usaha merupakan piutang atau tagihan yang timbul dari penjualan barang dagangan atau jasa secara kredit. Piutang adalah merupakan kebiasaan bagi perusahaan bagi perusahaan untuk memberikan kelonggaran kepada para pelanggan pada waktu melakukan penjualan (Soemarso 2002: 338).
Piutang adalah hak perusahaan untuk menerima sejumlah kas dimasa yang akan datang, akibat kejadian dimasa lalu. Piutang adalah tuntutan dari pihak lain (langganan) akibat perusahaan melakukan transaksi penjualan barang dagang/jasa secara kredit. Piutang adalah hak untuk menagih kepada pihak lain karena sebelumnya perusahaan memberikan pinjaman atau menjual barang/jasa secara kredit kepada pihak lain. Piutang adalah klaim perusahaan atas uang, barang atau jasa kepada pelanggan atau pihak-pihak lainnya (Baridwan 2004:124).
4.        Sistem Akuntansi Piutang
Sistem akuntansi piutang bertujuan untuk mencatat mutasi piutang perusahaan kepada setiap debitur, yang terjadi karena transaksi penjualan kredit, retur penjualan, penerimaan kas dari piutang, dan penghapusan piutang (Mulyadi, 2001).
Informasi mengenai piutang yang dilaporkan kepada manajemen adalah:
a.       Saldo piutang pada saat tertentu kepada setiap debitur
b.      Riwayat pelunasan piutang yang dilakukan oleh setiap debitur
c.       Umur piutang kepada setiap debitur pada saat tertentu
Dokumen pokok yang digunakan sebagai dasar pencatatan ke dalam kartu piutang adalah (Mulyadi, 2001:258):
a.         Faktur Penjualan
Dalam pencatatan piutang, dokumen ini digunakan sebagai dasar pencatatan timbulnya piutang dari transaksi penjualan kredit.
b.         Bukti Kas Masuk
Dalam pencatatan piutang, dokumen ini digunakan sebagai dasar pencatatan berkurangnya piutang dari transaksi pelunasan piutang oleh debitur.
c.         Memo Kredit
Dalam pencatatan piutang, dokumen ini digunakan sebagai dasar pencatatan retur penjualan.
d.        Bukti Memorial (Journal Voucher)
Bukti memorial adalah dokumen sumber untuk dasar pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum. Dalam pencatatan piutang, dokumen ini digunakan sebagai dasar pencatatan penghapusan piutang. Dokumen ini dikeluarkan oleh fungsi kredit yang memberikan otorisasi penghapusan piutang yang sudah tidak dapat ditagih lagi.
Catatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaksi yang menyangkut piutang adalah (Mulyadi 2001:260):
a.         Jurnal penjualan, dalam prosedur pencatatan piutang, catatan ini digunakan untuk mencatat timbulnya piutang dari transaksi penjualan kredit.
b.         Jurnal retur penjualan, dalam prosedur pencatatan piutang, catatan akuntansi ini digunakan untuk mencatat berkurangnya piutang dari transaksi retur penjualan.
c.         Jurnal umum, dalam prosedur pencatatan piutang, catatan akuntansi ini digunakan untuk mencatat berkurangnya piutang dari transaksi penghapusan piutang yang tidak lagi dapat ditagih.
d.        Jurnal penerimaan kas, dalam prosedur pencatatan piutang, catatan akuntansi ini digunakan untuk mencatat berkurangnya piutang dari transaksi penerimaan kas dari debitur.
e.         Kartu piutang, catatan akuntansi ini digunakan untuk mencatat mutasi dan saldo piutang kepada setiap debitur.
Untuk prosedur pencatatan piutang, dokumen yang digunakan sebagai input pencatatan piutang adalah faktur (invoice). Pada prosedur di bagian Bagian Piutang memperoleh faktur di Bagian Penagihan. Faktur-faktur tersebut dicatat ke dalam kartu piutang yang berperan sebagai buku pembantu (subsidiary ledger). Dalam hal ini posisi jurnal (buku harian) tidak terlihat, namun dalam pelaksanaannya jurnal dikerjakan oleh seorang petugas khusus. Hubungan antara dokumen (faktur), jurnal, kartu piutang, dan surat pernyataan (statement) dalam proses pencatatan piutang akan tergantung pada metode yang digunakan (Nugroho, 2001:331).


Metode pencatatan piutang antaralain sebsgai berikut:
a.         Metode Konvensional
Dalam metode ini, posting ke dalam kartu piutang dilakukan atas dasar data yang dicatat dalam jurnal.
b.         Metode posting langsung ke dalam kartu piutang atau pernyataan piutang
1.      Metode Posting Harian:
a.       Posting langsung ke dalam kartu piutang dengan tulisan tangan; jurnal hanya menunjukkan jumlah total harian saja (tidak terinci).
b.      Posting langsung ke dalam kartu piutang dan pernyataan piutang.
2.      Metode posting periodik:
a.       Posting ditunda
b.      Penagihan bersiklus (cycle billing)
c.         Metode Biasa
Metode ini merupakan metode yang lazim digunakan sesuai dengan teori daur akuntansi. Faktur dicatat pada jurnal dan kemudian dipindahkan (posting) ke kartu piutang. Jurnal dapat dibuat berkolom menurut departemen, menurut produk, atau menurut petugas (salesman).
d.        Metode Pencatatan langsung ke kartu dan surat pernyataan
Dengan metode ini, faktur dicatat secara langsung ke kartu piutang dan surat pernyataan, sementara jurnal diisi dengan angka-angka total harian saja. Angka total harian diperoleh dari Bagian Penagihan dalam bentuk daftar harian disertai dengan angka total kelompok (batch total) dari daftar tersebut.
e.         Metode Tanpa Kartu Piutang (buku pembantu)
Metode ini diterapkan dengan jalan menggunakan faktur sebagai pengganti kartu piutang atau buku pembantu. Faktur disimpan dalam file map (binder) secara sistematis menurut klasifikasi nama atau kode debitur. Sedangkan pembukuan ke jurnal dan buku besar dilakukan berdasarkan angka total kelompok harian seperti biasa.
5.     Pengendalian Interen
Suatu sistem piutang yang sehat, menguntungkan serta konstruktif harus didasarkan atas prosedur, praktek juga operasi yang layak. Hal tersebut dapat dicapai dengan adanya sistem pengendalian intern perusahaan. Secara umum prosedur pengendalian intern pada transaksi piutang, diantaranya (Mulyadi,2001):
a.         Otorisasi yang semestinya atas transaksi dan kegiatan.
b.         Pemisahan tugas yang mengurangi kesempatan yang memungkingkan seseorang dalam posisi yang dapat melakukan dan sekaligus menutupi kekeliruan atau ketidakberesan dalam pelaksanaan tugasnya sehari-hari. Oleh sebab itu, tanggung jawab untuk memberikan otorisasi transaksi, mencatat transaksi, dan menyimpan aktiva perlu dipisahkan di tangan karyawan yang berbeda.
c.         Perancang dan penggunaan dokumen dan catatan yang memadai untuk membantu pencatatan secara semestinya transaksi dan peristiwa, misalnya dengan memantau penggunaan dokumen pengiriman barang yang bernomor urut tercetak.
d.        Pengamanan yang cukup atas akses dan penggunaan aktiva perusahaan dan catatan, misalnya penetapan fasilitas yang dilindungi dan otorisasi untuk akses ke program dan arsip data komputer.
e.         Pengecekan secara independen atas pelaksanaan dan penilaian yang semestinya atas jumlah yang dicatat, misalnya pengecekan atas pekerjaan klerikal, rekonsiliasi, pembandingan aktiva yang ada dengan pertanggungjawaban yang tercatat, pengawasan dengan menggunakan program komputer, penelaahan oleh manajemen atas laporan yang mengikhtisarkan rincian akan (misalnya saldo piutang yang dirinci menurut umur piutang) dan penelaahan oleh pemakai atas laporan yang dihasilkan oleh komputer.


PENUTUP

A.      Simpulan
1.      Prosedur pencatatn piutang pada KP-RI GKK Airtiris, yaitu faktur penjualan diposting ke buku piutang anggota, kemudian setiap bulannya dilakukan penyesuaian kedalam jurnal umum untuk rekapitulasi ke buku kas bulanan, selanjutnya dimasukkan kedalam neraca lajur dan kemudian dibukukan dalam laporan keuangan neraca akhir tahun.
2.      Dokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi piutang pada KP-RI GKK Airtiris adalah bukti angsuran pinjaman, surat permohonan pinjaman, surat persetujuan dan perjanjian pinjaman, bukti penerimaan kas.
3.      Catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem akuntansi piutang pada KP-RI GKK Airtiris adalah buku kas harian, buku rekapitulasi kas bulanan, buku piutang, dan neraca.
4.      Pengendalian intern yang ada dalam sistem akuntansi piutang pada KP-RI GKK Airtiris adalah tiap-tiap bagian melakuakn tugasnya secara terpisah, anggota meminjam melalui prosedur yang sudah ada, bukti tagihan bernomor urut, dan pembayaran piutang dilakukan dengan memotong gaji anggota yang dilakukan oleh bendahara gaji.


B.       Saran
Dalam penelitian ini saran yang diberikan oleh penulis dalam sistem akuntansi piutang usaha pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia Guru Kecamatan Kampar (KP-RI GKK) Airtiris adalah :
1.      Fungsi pemeriksaan intern perlu dilakukan secara intensif periodik dan berkesan mendadak oleh pengawas KP-RI GKK Airtiris tersebut agar pengelolaan operasionalnya lebih terjamin.
2.      Sistem pencatatan piutang lebih ditingkatkan lagi dengan mengikuti perkembangan teknologi yang mendukung agar lebih aktual dan efisiensi

1 komentar: